Skip to main content

4 Tanaman Herbal Obat Hipertensi Dan Cara Penggunaannya


Gambar oleh Thomas H. dari Pixabay


Hipertensi atau kondisi tekanan darah tinggi merupakan keadaan dimana aliran darah memerlukan tekanan pompa jantung yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Seseorang dengan nilai tekanan darah di atas 120/80 mmHg dapat dikatakan mengalami kenaikan tekanan darah yang cukup signifikan. Apabila tidak segera dilakukan perbaikan, maka dapat menimbulkan kondisi yang lebih parah dan bersifat tetap.

Perbaikan kondisi tekanan darah dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup, seperti lebih aktif dalam bergerak atau berolahraga dan konsumsi makanan yang sehat. Selain itu, beberapa riset telah membuktikan bahwa penggunaan beberapa jenis tanaman herbal dapat membantu dalam mencegah dan memperbaiki kondisi tekanan darah yang tinggi. Berikut ini beberapa contoh tanaman herbal yang telah terbukti khasiatnya dalam mencegah dan memperbaiki kondisi tekanan darah tinggi:

1.     Bawang Putih
Bawang Putih (Allium sativum) yang merupakan bahan yang biasa ditambahkan dalam bumbu masakan ternyata memiliki khasiat yang baik dalam menurunkan tekanan darah. Selama ribuan tahun, bawang putih sudah banyak digunakan sebagai pencegahan tekanan darah tinggi akibat level kolesterol tubuh yang tinggi. Salah satu riset menyatakan bahwa konsumsi 600 hingga 900 mg bawang putih per hari selama 12 minggu dapat menurunkan tekanan darah sebesar 12,6/6,2 mmHg. Hal ini dapat terjadi akibat adanya kandungan senyawa sulfur dalam bawang putih
Gambar oleh ENRIC SAGARRA dari Pixabay

2.     Teh
Teh (Camelia sinensis), baik yang jenis teh hitam maupun hijau, telah terbukti berkhasiat dalam menurunkan tekanan darah. Kandungan senyawa flavonoid (katenin) dalam teh memiliki aktivitas antioksidan yang baik dalam menurunkan tekanan darah. Berdasarkan pengujian klinis, konsumsi 3 gelas teh hitam per hari selama 42 minggu dapat menurunkan tekanan darah sebesar 2,7/2,3 mmHg. Sedangkan konsumis 4-6 gelas teh hijau (Green tea) per hari selama 42 minggu dapat menurunkan tekanan darah sebesar 3,2/3,4 mmHg.
Gambar oleh Terri Cnudde dari Pixabay



3.     Seledri
Seledri (Apium graveolens) terbukti berkhasiat dalam menurunkan tekanan darah. Penggunaan atau konsumsi dapat dilakukan dengan membuat jus segar seledri dengan menambahkan madu sebagai pemanis dengan takaran yang sama. Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi 8 ons (sekitar 1 gelas) jus seledri tiga kali sehari selama satu minggu terbukti mampu memberikan khasiat yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah.
Gambar oleh Beverly Buckley dari Pixabay

4.     Coklat
Coklat (Theobroma cacao) yang sangat digemari karena rasanya yang nikmat ternyata memliki khasiat yang baik juga dalam menurunkan tekanan darah. Konsumsi serbuk coklat sebanyak 46-105 gram per hari terbukti secara klinis mampu menurunkan tekanan darah sebesar 5/3 mmHg. Konsumsi dapat diseduh maupun bersamaan dengan makanan lainnya.
Gambar oleh S. Hermann & F. Richter dari Pixabay



Sumber:

Chrysant, S. G., & Chrysant, G. S. (2017). Herbs Used for the Treatment of Hypertension and their Mechanism of Action. Current Hypertension Reports, 19(9).doi:10.1007/s11906-017-0775-5

Tabassum, N., & Ahmad, F. (2011). Role of natural herbs in the treatment of hypertension. Pharmacognosy Reviews, 5(9), 30. doi:10.4103/0973-7847.79097


Comments